Close Menu
  • Home
  • Programming
    • JavaScript
    • TypeScript
    • Node.js
    • Python
    • PHP
    • CSS
    • HTML
  • Framework
    • Express.js
    • Laravel
    • Nest.js
    • React.js
    • Expo
    • React Native
    • Next.js
    • Strapi (Headless CMS)
    • WordPress (CMS)
  • Hot Topics
    • Software Architect
    • Artificial Intelligence
    • Data Science
    • Chat Bot
    • Machine Learning
      • Library JS
        • Danfo.js
    • Natural Language Processing
    • Proof of Concept
    • Kampus
  • Roles
    • Data Engineer
    • Software Engineer
    • DevOps
      • Docker
      • Jenkins
      • VPS (Virtual Private Server)
      • Ubuntu Server
  • Databases
    • Postgre SQL
    • SQL
    • SQL Server
    • Redis

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Top 5 Framework Microservices di Tahun 2026

March 8, 2026

Belajar JavaScript: Pengenalan & Lingkungan Kerja JavaScript

March 7, 2026

Stop Pakai Satu Model AI untuk Semuanya! Pahami Konsep Ini Dulu

March 7, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Lampung DevLampung Dev
  • Home
  • Programming
    • JavaScript
    • TypeScript
    • Node.js
    • Python
    • PHP
    • CSS
    • HTML
  • Framework
    • Express.js
    • Laravel
    • Nest.js
    • React.js
    • Expo
    • React Native
    • Next.js
    • Strapi (Headless CMS)
    • WordPress (CMS)
  • Hot Topics
    • Software Architect
    • Artificial Intelligence
    • Data Science
    • Chat Bot
    • Machine Learning
      • Library JS
        • Danfo.js
    • Natural Language Processing
    • Proof of Concept
    • Kampus
  • Roles
    • Data Engineer
    • Software Engineer
    • DevOps
      • Docker
      • Jenkins
      • VPS (Virtual Private Server)
      • Ubuntu Server
  • Databases
    • Postgre SQL
    • SQL
    • SQL Server
    • Redis
Facebook X (Twitter) Instagram
Lampung DevLampung Dev
Home » Vibe Coding: Cara Baru Ngoding Bareng AI yang Lagi Ngetren di 2025
AI

Vibe Coding: Cara Baru Ngoding Bareng AI yang Lagi Ngetren di 2025

Abdan Zam Zam RamadhanBy Abdan Zam Zam RamadhanAugust 5, 2025Updated:August 5, 2025No Comments2 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Vibe Coding Cara Baru Ngoding Bareng AI yang Lagi Ngetren di 2025
Vibe Coding Cara Baru Ngoding Bareng AI yang Lagi Ngetren di 2025
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Lampung Dev – Di tahun 2025 ini, dunia coding lagi seru-serunya diguncang tren baru yang namanya vibe coding. Nggak kayak cara ngoding tradisional yang harus ngetik ribuan baris kode pakai logika ketat, vibe coding menawarkan pengalaman yang lebih santai, kreatif, dan kolaboratif — karena kamu nggak ngoding sendirian, tapi bareng AI!

Coba bayangin gini: kamu pengin bikin halaman login. Biasanya kamu harus buka framework, bikin routing, validasi input, dan lain-lain. Tapi dengan vibe coding, kamu cukup nulis instruksi kayak, “Buatkan form login dengan validasi email dan password.” Terus AI-mu — misalnya GitHub Copilot atau Cursor — langsung nyodorin blok kode yang bisa kamu pakai atau edit. Gampang banget, kan?

Tren ini muncul dari Silicon Valley, didorong oleh orang-orang kayak Andrej Karpathy (eks OpenAI) yang bilang kalau masa depan coding itu bukan soal ngetik cepat, tapi soal memberi arah yang tepat ke AI. Tools seperti Replit Ghostwriter, Cursor, dan Copilot jadi andalan banyak developer buat ngebut prototyping, eksplorasi ide, bahkan menyelesaikan tugas-tugas berulang yang biasanya makan waktu.

Yang bikin vibe coding makin diminati adalah karena dia bikin coding jadi lebih inklusif. Bahkan orang yang belum terlalu paham syntax bisa mulai bikin project kecil dengan bantuan AI. Apalagi buat founder startup, freelancer, atau mahasiswa yang pengen bikin sesuatu dengan cepat tanpa harus jadi jagoan coding dulu, vibe coding ini semacam cheatcode legal.

Tapi tentu aja, vibe coding bukan tanpa tantangan. Karena hasilnya dibuat otomatis, kamu tetap harus ngerti dasar logika program biar bisa nge-review, debugging, dan jaga kualitas kode. Terlalu mengandalkan AI juga bisa bikin kita jadi kurang berkembang kalau nggak dikontrol.

Intinya, vibe coding itu bukan pengganti programmer, tapi partner kerja baru yang siap bantuin kita jadi lebih produktif dan kreatif. Kuncinya bukan cuma tahu syntax, tapi tahu gimana ngarahin AI buat bikin solusi yang kita butuhkan.

Jadi kalau kamu belum pernah nyoba, ini saat yang pas buat kenalan sama vibe coding. Siapa tahu, ini jadi cara baru kamu menikmati dunia programming — lebih cepat, lebih fun, dan pastinya lebih future-proof.

📚 Referensi & Bacaan Lanjutan:

  • Business Insider. “Silicon Valley’s next act: bringing ‘vibe coding’ to the world.”
    https://www.businessinsider.com/vibe-coding-ai-silicon-valley-andrej-karpathy-2025-2
  • Business Insider. “AI coding agents are infiltrating the corporate world. Here are the top tools.”
    https://www.businessinsider.com/ai-coding-agents-adoption-top-tools-2025-8
  • GitHub Copilot – https://github.com/features/copilot
  • Cursor – https://www.cursor.so
  • Replit Ghostwriter – https://replit.com/ghostwriter

AI coding assistant AI untuk programmer Cursor AI GitHub Copilot natural language coding ngoding dengan AI Replit Ghostwriter tren pemrograman 2025 vibe coding
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleCara Install Docker di VPS Ubuntu 20.04
Next Article Agen Kode Berbasis AI Mulai Menguasai Dunia Korporat: Ini Daftar Tools-nya
Abdan Zam Zam Ramadhan
  • Website
  • LinkedIn

Seorang Senior Software Engineer di PT. Astra Internasional, Tbk. dengan pengalaman lebih dari 6 tahun di industri teknologi. Lulusan Teknik Informatika Universitas Lampung & Hacktiv8 (Fullstack JS) memiliki spesialisasi dalam ekosistem JavaScript, TypeScript, dan Node.js. Selain menangani proyek skala besar corporate, penulis aktif membagikan tutorial teknis dan strategi produktivitas melalui tulisan untuk membantu sesama developer berkembang.

Related Posts

AI

Stop Pakai Satu Model AI untuk Semuanya! Pahami Konsep Ini Dulu

March 7, 2026
Tips & Trik

5 Tool Wajib untuk Backend Developer di Tahun 2026

January 14, 2026
AI

Agen Kode Berbasis AI Mulai Menguasai Dunia Korporat: Ini Daftar Tools-nya

August 11, 2025
Demo
Top Posts

Cara Menggunakan Foreach di Node.js?

February 13, 202472 Views

Cara Install XAMPP (Apache, MariaDB, PHP dan Perl) pada Windows

November 26, 202351 Views

Bagaimana Prospek Karir Jurusan Teknik Informatika?

February 14, 202447 Views

Contoh Soal Tes Koding Beserta Pembahasannya dengan Python

May 17, 202443 Views

10 Plugin VS Code yang Wajib Developer Install

June 15, 202442 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • WhatsApp
  • Instagram
  • LinkedIn
Ebook Recommended
Demo
Most Popular

Cara Menggunakan Foreach di Node.js?

February 13, 202472 Views

Cara Install XAMPP (Apache, MariaDB, PHP dan Perl) pada Windows

November 26, 202351 Views

Bagaimana Prospek Karir Jurusan Teknik Informatika?

February 14, 202447 Views
Our Picks

Top 5 Framework Microservices di Tahun 2026

March 8, 2026

Belajar JavaScript: Pengenalan & Lingkungan Kerja JavaScript

March 7, 2026

Stop Pakai Satu Model AI untuk Semuanya! Pahami Konsep Ini Dulu

March 7, 2026
Learning Ecosystem
  • JavaScript
  • TypeScript
  • Python
  • Golang
  • PHP
  • SQL
  • Docker
  • Git
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Jobs
  • Project Freelance
  • About Me
  • Contact
Copyright © 2026 Lampung Dev. Developed by Abdan Zam Zam Ramadhan.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.